Universitas Pancasila dan LKB Kolaborasi Kembangkan Indeks UMKM Hijau Menuju Jakarta sebagai Pusat Bisnis Hijau

Universitas Pancasila dan LKB Kolaborasi Kembangkan Indeks UMKM Hijau Menuju Jakarta sebagai Pusat Bisnis Hijau

Lembaga Kebudayaan Betawi, 5 November 2025 — Dalam upaya mendukung transformasi Jakarta menuju kota berkelanjutan, Universitas Pancasila melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Bisnis (LKB) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Indeks UMKM Hijau di Jakarta sebagai Bagian dari Reposisi Kota Menuju Pusat Bisnis Hijau.”
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, serta pelaku UMKM yang berkomitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

Universitas Pancasila terus memperkuat perannya sebagai institusi akademik yang berkontribusi aktif terhadap pembangunan berkelanjutan. Salah satu wujud nyatanya adalah kolaborasi riset dengan Lembaga Kebijakan Bisnis (LKB) dalam mengembangkan Indeks UMKM Hijau, sebagai langkah strategis menjadikan Jakarta kota pusat bisnis hijau dan berdaya saing global.

Kolaborasi Akademik untuk Penguatan Ekonomi Hijau
Kegiatan FGD ini menjadi langkah nyata sinergi antara dunia akademik dan lembaga kebijakan dalam merumuskan Indeks UMKM Hijau, yaitu alat ukur yang akan menilai sejauh mana pelaku UMKM menerapkan prinsip keberlanjutan dan efisiensi sumber daya dalam bisnis mereka. Indeks ini diharapkan menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan publik, pengembangan program pendampingan UMKM, serta strategi memperkuat daya saing ekonomi daerah di era transisi hijau.
Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Kebijakan Bisnis (LKB), Beky Mardani, menyampaikan bahwa pengembangan Indeks UMKM Hijau merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. “Jakarta memiliki potensi luar biasa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau nasional. Melalui indeks ini, kita dapat melihat sejauh mana UMKM berperan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Dr. Laili Savitri Noor, SE., MM., CME, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi ilmiah untuk tantangan sosial-ekonomi. “Kami berharap hasil riset ini tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat diimplementasikan sebagai kebijakan nyata yang membantu UMKM bertransformasi menuju usaha hijau yang tangguh dan inklusif,” tutur Dr. Laili Savitri Noor.

Dukungan Pemerintah dan Sektor Keuangan
FGD ini turut menghadirkan berbagai narasumber dari lembaga pemerintah dan sektor keuangan.
Adithya Pratama, Kepala Bidang UKM Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, memaparkan arah kebijakan daerah dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pendekatan ekonomi hijau dan digitalisasi berkelanjutan.
Kemudian, Feirully Irzal dari Bappeda DKI Jakarta menjelaskan bahwa Indeks UMKM Hijau berpotensi menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan daerah berbasis data dan indikator kinerja lingkungan.
Dari sektor perbankan, Dwi Dharma Prasetyo, perwakilan Bank DKI Jakarta Selatan, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung program pembiayaan hijau bagi UMKM. “Kami berupaya menghadirkan skema pembiayaan yang tidak hanya memperkuat modal usaha, tetapi juga mendorong praktik bisnis yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Sebagai pembicara akademik, Dr. Aulia Keiko H., S.I.A., S.Akt., MM., M.SE., SBA dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, memberikan perspektif ilmiah terkait desain dan metodologi penyusunan Indeks UMKM Hijau. Beliau menyoroti pentingnya integrasi antara indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengukuran keberlanjutan.

Hasil dan Rekomendasi FGD
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta yang berasal dari lintas sektor. Beberapa rekomendasi utama yang dihasilkan antara lain:
1. Perlunya standardisasi indikator hijau untuk UMKM berdasarkan prinsip keberlanjutan dan efisiensi sumber daya.
2. Peningkatan akses pembiayaan berkelanjutan (green financing) bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
3. Integrasi Indeks UMKM Hijau ke dalam kebijakan daerah dan sistem perencanaan pembangunan.
4. Peningkatan literasi lingkungan serta pendampingan langsung kepada pelaku UMKM untuk penerapan praktik ramah lingkungan.
FGD ini menjadi langkah awal bagi Universitas Pancasila dan LKB untuk menyusun kajian akademik lanjutan serta membangun kerangka kolaborasi jangka panjang dalam penguatan ekosistem UMKM hijau di Jakarta. Dengan dukungan riset, kebijakan, dan pendanaan yang tepat, diharapkan Jakarta dapat menjadi model kota berdaya saing hijau dan berkelanjutan di Indonesia.

Check Also

Buleng dan Lenong Preman tampil pada acara Pekan Sastra Betawi 2025

Buleng dan Lenong Preman tampil pada acara Pekan Sastra Betawi 2025

kebudayaanbetawi.com – Pekan Sastra Betawi 2025 kembali menyoroti kekayaan budaya Betawi melalui pertunjukan “Buleng” serta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *