SAMBEL GODOG

CERITA PUASA ANAK BETAWI

Pengantar

Ahlan wasahlan syahri Ramadan.

Bulan puasa ini, laman www.kebudayaanbetawi.com menurunkan artikel berseri hal-ihwal atau sisik melik puasa dalam masyarakat Betawi. Artikel ini ditulis Yahya Andi Saputra, Wakil Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Bidang Penelitian dan Pengembangan. Semoga tulisan ini (ditulis dengan gaya bercerita) bermanfaat bagi pembaca dan peminat masalah-masalah kebetawian lainnya. Mari kita menyambut bulan suci Ramadan dengan girang. Dengan girang saja, Allah jamin haram jasad kita disentuh api neraka. Semoga ibadah puasa kita menjadi ibadah yang berdampak pada kehidupan sosial sehari-hari. Dampak wata’awanu ‘alal birri wattaqwa dan ketakwaan sosial yang nyata.

Salamat puasa. Raih predikat takwa.

SAMBEL GODOG

Waktu kecil kita sokan-sokan (seringkali) gundam (heran) jika mendengarkan enyak kongko kuru-turu (sesama) emak-emak. Banyak kata atau istilah yang tidak dimengerti. Kata inter, siakin, sompo, celutak, enjaplak, meleding, japa, latu, setelèng, keraraban, dan lain-lain diucapkan begitu saja. Kita-kita melongo. Tetapi seteleh ditengetin (dicermati) dengan seksama ditambah dengan konteksnya, akhirnya kita mengerti.

Termasuk juga jika emak-emak ngobrolin sambel godog. Sebagai anak-anak, kita mengerti kalau sambel itu kan makanan penyedap yang dibuat dari cabe, garam, dan sebagainya yang ditumbuk, dihaluskan, dan diulek, biasanya dimakan bersama berbagai masakan lain (sop, soto, sayur, dan lain sebagainya). Yang paling kita kenal sambel gowang, yaitu sambal yang dibuat dari cabai rawit dan garam, ditumbuk dalam cobek, ditambahkan cuka atau jeruk nipis.

Sambel godog bukan sambal. Sambel godog sebenarnya sayur dan jika disebutkan lengkapnya, sayur sambel godog. Sayur ini menjadi sajian wajib di hari lebaran. Bagi orang Betawi, lebaran enggak ada sayur sambel godog (lengkapnya disebut ketupat sayur sambel godog), kurang pas. Sebab ketupat sayur samber godog merupakan menu utama setelah shalat idul fitri.

Lalu apa sih yang bedain ketupat sayur sambel godog dengan ketupat sayur lainnya? Ketupat sayur sebagaimana yang kita lihat tiap hari dijajakan pedagang di kaki lima, itu sih sudah sangat umum dan nggak istimewa. Ini termasuk makanan sehari-hari. Kenapa? Karena ia diolah sederhana dan memakai bahan apa adanya, yang penting disajikan masih hangat dan utamanya harganya sangat murah. Karena dijajakan di kaki lima dengan keranjang pikulan, biasanya ia dibeli oleh orang sambil lalu. Ada juga pedagang yang mangkal menyediakan bangku bagi yang ingin menikmati di tempat.

Tapi kalo yang dimaksud ketupat sayur yang disajikan pas lebaran, nah, itu laen lagi. Ketupat sayur yang ini memang dibikin secara khusus. Namanya Sayur Sambel Godog. Ada kata sambel namun sayur ini ngga ada hubungannya dengan sambel. Kenapa namanya Sayur Sambel Godog? Saya belum dapat menjelaskan sejarahnya, karena saya pun belum mendapatkan narasumber yang pas yang saya anggap dapat menjelaskannya secara benar.

Kuliner Betawi memang banyak dipengaruhi kuliner etnik maupun bangsa lain. Kebudayaan Cina memberikan sumbangan yang besar pada seni masak Betawi. Seperti juga halnya dengan Arab, India, Belanda, dan lain-lain. Masakan Betawi bergulai adalah pengaruh Arab dan Asia Selatan. Sedangkan masakan sayuran banyak dipengaruhi Cina. Cina juga memberikan pengaruh dalam seni masak kue basah. Jika demikian, agaknya Sayur Sambel Godog mempunyai keterpengaruhan khususnya dengan Cina.

Adapun bahan-bahannya antara lain: pepaya muda (kini sering dipakai labu siam) dikupas dan diiris berbentuk korek api, kacang panjang (potong 1 cm), petai, kentang, dan ebi. Bumbunya : lengkuas digeprek, sereh digeprek, daun salam, bawang merah, bawang putih, kelapa (dibuat santan), garam dan gula merah (secukupnya), terasi, minyak untuk menumis, dan tentu saja bumbu penyedap. Kita biasanya menggunakan gula merah, karena gula merah lebih sedap dibandingkan dengan gula putih, di samping untuk menambah warna kuah. Bumbu yang dihaluskan  bawang putih, bawang merah, cabe merah, kemiri, kunyit, garam secukupnya

Tidak seperti ketupat sayur biasa, Sayur Sambel Godog dibikin pada saat-saat khusus, satu di antaranya saat satu syawal alias lebaran. Saat lainnya yaitu malem lime belas dan malem empat puluh dari peringatan kematian disuguhkan Sayur Sambel Godog atau kombinasi ketupat sayur laksa dan sate lembut.

Saya masih ingat, enyak biasanya mulai masak sayur ini pukul tiga dinihari, subuh sudah masak. Kita semua pergi ke masjid melakukan sembahyang Ied. Setelah sembahyang Ied, kita semua menyantap sayur ini, tentu saja dengan ketupatnya. Karena dimasak tidak terlalu lama, pada saat disajikan masih segar, panas, dan beraroma. Apalagi dengan taburan bawang goreng, wah, sedapnya enggak terkatakan. Semua keluarga makan hidangan ini, atau jika pada saat bersamaan ada tamu, mereka pun diharuskan ikut makan bersama.

Enyak tidak hanya memasak Sayur Sambel Godog, namun juga gulai ayam, semur daging kerbau, dendeng (empal) daging kerbau, dan acar kuning. Kadang-kadang dibikin juga asinan. Semua masakan itu dihidangkan di meja dan siapa saja boleh ambil yang dia suakai. Soal daging kebo, memang sudah dari sononya, orang Betawi pada umumnya lebih menyukai daging kebo dibandingkan daging lain, itu karena faktor serat daging kerbau dan kekenyalannya.

Sayur Sambel Godog wajib ada di meja makan sebagai hidangan lebaran. (Yahya Andi Saputra)

Check Also

MEROWAHAN DAN MALEM GANTI BUKU

NUNGGUIN NGADUK

CERITA PUASA ANAK BETAWI Pengantar Ahlan wasahlan syahri Ramadan. Bulan puasa ini, laman www.kebudayaanbetawi.com menurunkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.