Semur Jengkol
Semur Jengkol Foto: Rudy_Albdr

Semur Jengkol Mengandung Bioaktif, Bermanfaat Untuk Kesehatan.

kebudayaan betawi  – Semur Jengkol, Salah satu makanan tradisional yang ada di wilayah Jakarta ialah Semur Jengkol dengan bahan utama Jengkol yang memiliki nama latin Pithecellobium jiringa.

Jengkol banyak tumbuh, baik dibudidayakan ataupun tumbuh secara liar di kebun milik masyarakat khusunya masyarakat Betawi. Selain diolah menjadi makanan, jengkol juga telah dikenal sebagai salah satu bahan obat tradisional.

Buah jengkol mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh manusia, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin A, B, C, fosfor, kalsium, dan zat besi. Selain itu, jengkol juga memiliki kandungan senyawa bioaktif, seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang bermanfaat untuk kesehatan.

Dalam sejarahnya, dahulu jengkol tumbuh di kebun-kebun milik masyarakat Betawi dan buahnya diolah menjadi salah satu pelengkap hidangan makan dengan cara disemur.

Hal ini dikarenakan pada saat itu konsumsi daging (sapi, kerbau, kambing, ayam dan lainnya) oleh masyarakat Betawi tidak dilakukan setiap hari, dan hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu saja seperti Lebaran, Maulid,

Pernikahan, dan lain-lain, selain juga karena ketersediaan daging yang tidak mudah didapatkan seperti saat ini sehingga masyarakat Betawi memanfaatkan Jengkol sebagai hidangan makan.

Tidak ada catatan ataupun sumber yang menyebutkan secara pasti kapan semur jengkol menjadi salah satu hidangan masyarakat Betawi. Tetapi diyakini bahwa kata Semur merupakan plesetan dari kata dalam bahasa Belanda yaitu “stomerijj” (dengan pelafalan: “Smorej”- red) yang artinya adalah memasak dalam waktu yang lama, dan ketika dilafalkan oleh orang Betawi di Batavia menjadi “semur”.

Selain itu, teknik memasak jengkol menjadi semur pun diyakini merupakan teknik memasak gabungan dari Timur (Melayu, Indonesia, Arab, Cina dan India) dan Barat (Eropa), dimana penggunaan kecap identik dengan kebudayaan Tionghoa, rempah-rempah dan cita rasa yang dihasilkan juga merupakan gabungan rasa dari masakah India dan Arab yang identik dengan kuah kari.

Dengan demikian didalam semur jengkol ini terdapat akulturasi Budaya serta unsur kultur yang ada.

Bagi orang Betawi, jengkol menjadi sahabat karib di meja makan.Jengkol yang buahnya masih muda dapat diolah menjadi keripik jengkol, atau dimasak dengan cara ditumis atau digoreng kering.

Sedangkan jengkol yang dimasak menjadi semur ialah yang buahnya sudah tua. Biasanya masyarakat Betawi juga menjadikan semur jengkol sebagai lauk pendamping nasi uduk Betawi.

Sebelum diolah menjadi semur, jengkol lebih dahulu dibikin beweh yaitu dengan memeram jengkol didalam tanah selama tiga hari, atau direndam selama tiga hari.

Pemeraman dan perendaman ini selain menghilangkan zat racun, membuat baunya hilang dan lebih empuk dan legit jika diolah.

Bahan utama pembuatan semur jengkol ialah : jengkol tua, air, minyak, kecap, bawang merah, garam, cabe merah, ketumbar, kemiri, langkuas, sereh, daun salam, dan jahe.

Proses pembuatan:

  • Panaskan sedikit minyak di dalam wajan. Masukkan bumbu halus, tumis bersama irisan bawang merah, lengkuas, daun salam, dan serai sampai
  • Setelah bumbu harum, masukkan jengkol. Aduk sampai tercampur
  • Tambahkan kecap manis, garam, merica, dan pala bubuk. Aduk sampai jengkol terbalut
  • Tuang air perlahan dan masak sampai kuah mengering. Semur jengkol siap dihidangkan.

Jika sesorang telah mengetahui nikmatnya Jengkol dan disantap bersama nasi ulam membuat sesorang sangat ketagihan oleh karena itu harga 1 kg jengkol di pasar tradisional bisa mencapai Rp. 45.000,-/Kg sangat menakjubkan bukan, ini merupakan pengalaman pribadi saat membeli 1 kg Jengkol saat itu mencapai 45 ribu rupiah dan hasilnya terpaksa kami beli sebab nikmat.

Check Also

CAMILAN LEGENDARIS DARI BETAWI

CAMILAN LEGENDARIS DARI BETAWI

Seiring dengan perkembangan zaman, seringkali ada pertentangan antara yang modern dan yang tradisional. Di satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *