Kisah si Jago H. Darip
Kisah si Jago H. Darip/Foto: sindonews.com

Kisah si Jago H. Darip Dari Tanah Betawi

kebudayaan betawi – Kisah si Jago H. Darip Dari Tanah Betawi. Dalam khasanah Betawi yang membedakan ada dua jagoan dan si jago itu sendiri. Untuk mengakui kehebatan tidak percaya disiksa terlebih dahulu. Mendapatkan senjata dari pasokan dari Surabaya. Sebelum dan sesudah peristiwa tersebut ada peran masyarakat yang begitu dahsyat. Dengan jalan revolusi yang di tempuh oleh para jago betawi di tanah Jakarta.

Saat itu Indonesia masih dalam bayang – bayang Jepang namun kemampuan rakyat untuk mencapai kekuatan. Pada masa Jepang Bung Karno lebih cenderung lebih bergerak di atas tanah berkolaborasi dengan pemerintah Jepang berhubungan bersama jagoan – jagoan dan tokoh agama di level kampung

Seperti di Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang dan sebagainya. Si jago memiliki tempat tersendiri seperti peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta 16 Agustus 1945 ke rengas dengklok yang di inisiasi oleh Soekarni, wikana, D.N Aidit, Chairul Shaleh dari pemuda menteng 31. Selama perjalanan dari jakarta ke karawang hingga bekasi.

Kisah si jago mengamankan keselamatan selama perjalanan. Itulah sebabnya selain dikawali barisan muda menteng 31 juga bekerjasama dengan para tokoh. Meski jago berada di gerakan bawah tanah jago memiliki posisi penting. Ketika peristiwa sebelum dan sesudah proklamasi kemerdekaan. Masyarakat betawi Siswantari . Kata “jago” sering dikatakan kata “jagoan” padahal dua kata tersebut memiliki kata yang sangat berbeda.

Dosen Universitas Indonesia Siswantari mengatakan “Orang hanya mengenal jagoan konsep jago tidak dikenal banyak orang. Di dalam betawi. Ada dua yang membedakan jagoan dan jago itu sendiri.

Kata jago memiliki arti permainan bergerak untuk membela kebenaran dan dasarnya adalah agama. Apabila jagoan hanya untuk mementingkan kepentingan sendiri. Para jago biasanya lahir dari laskar – laskar rakyat. “Para Jago dan Kaum Revolusi Jakarta” dalam buku Robert Crib. Laskar berasal dari bahasa urdu yang berarti tentara atau pasukan. Selama masa pendudukan Jepang laskar disebut Gyugun atau pasukan suka rela. Jago sendiri identik sosok yang berani mati lekat dengan kriminal.

Dalam cerita rakyat betawi sosok jago dikenal dengan nama si Pitung dan si Jampang yang digambarkan sebagai pembela rakyat kecil.

Siswantari menggambarkan berkaitan asal mula jago yang lahir dari pinggiran Batavia. Batavia atau betawi pada waktu itu abad ke 19 tanah partikelir yang dikuasai oleh bergerak menentang tuan tanah karena dianggap menindas rakyat.

Tanah partikelir di bagian timur Jakarta meliputi Jatinegara, kalender, bekasi hingga karawang melahirkan gerakan rakyat yang menentang kependudukan kolonial.

Begitu juga masa Jepang hingga agresi militer Belanda rangkaian ini menjadi moment akbar dan peristiwa memilukan.

Pada rapat ikada 19 September 1945 Soekarno Hatta mengatakan “bahwa peperangan ini adalah tidak hanya peperangan  saja tetapi ada tatanan kita pula peperangan seluruh benua Asia. Moment bersejarah setelah 17 Agustus 1945 suasana gembira dan hikmat menyelimuti pidato membara bung karno. Rapat ini terancam gagal, karena pihak Jepang tidak menyetujuinya. Kondisi Jakarta pun penuh ancaman pasca kemerdekaan lalu bagaimana bisa menghimpun masyrakat banyak ratusan ribu orang dengan keadaan penuh ancaman.

Tokoh ini tak banyak diungkap dalam literatur kemerdekaan Indonesia namanya adalah H. Darip sosok yang menggerakan massa dari kawasan klender

, cerita tentang H. Darip. Terletak di kota administrasi Jakarta Timur Klender bekas tanah parkelir menyimpan seorang tanah jago H. Darip menuju lapangan ikada. H. Darip berperan mengumpulkan masa kawasan kelender ke lapangan ikada yang kini dikenal dengan tugu Monumen Nasional atau Monas.

Menurut Chomaruddin anak dari H. Darip, beliau mengorganisir menuju lapangan ikada mengumpulkan ratusan ribu orang dalam satu tempat. H. Chomaruddin dirinya mengatakan mengetahui dari neneknya. Rapat besar di lapangan Ikada itu dari Bekasi sudah 15.000 orang di hubungi oleh tokoh tersebut.

Dia kerahkan semua masyarakat yang cinta merdeka ini untuk datang ke Jakarta. Sosok H. Darip semakin menarik saat dirinya muncul di hadapan masyarakat. Menurut keterangan keluarga peristiwa ini terjadi sekitar september 1945 saat Bung Karno mengunjungi wilayah Kalender. Dugaan dia hanya rapat akbar di kampung pertanian Kalender bahwa kakaknya. “Yang saya tahu betul – betul membangkitkan semangat juang, ” kata H. Chomaruddin.

Dari dokumentasi yang dilihat terlihat keakraban H. Darip dengan Bung Karno yang begitu akrab. Pada 1886 beliau lahir dari jawara silat asal Kalender bernama H. Kurdin dan Hj. Nyai Ma’i masih keturunan Jayakarta. Sejak kecil dia menimbah ilmu di mekah saat pulang ke tanah air ia belajar bela diri silat dan mengajar ilmu agama. Sepak terjang H. Darip di dunia jawara semakin populer wilayahnya meliputi Kalender,  Jatinegara, Pulogadung. Berdasarkan keterangan keluarga H. Darip membentuk “Bara” atau barisan rakyat.

Dia tahu ada kekacauan di pangkalan jati. Kalau tidak salah inggris. Haji Darip turun masyarakat ikut terun bertempur. Dia mendapatkan senjata dari pasokan dari Surabaya yang memberikan adalah Dr. Moestofo. Selain mampu menggerakan massa. Jago identik dengan kekuatan spiritual  yang melekat kuat. Menurut keterangan keluarga. H. Darip yang berbadan kecil ternyata tak mampu yang ingin menangkapnya. Untuk menangkap belanda tidak langsung percaya. Disiksa dulu di Ancol di tarik pakai truk dimasukan ke laut, dikarungi dan diikat pakai kabel hingga diseret.

Pada malam jumat ada pengajian dia bercerita ya tidur aja. Kemudian makam nya yang sederhana di kawasan Jatinegara setiap tahun dikunjungi keluarga besar nya. Perjuangan H. Darip diberi apresiasi dengan nama satu ruas jalan dengan nama di kawasan Jakarta Timur pemberian nama itu telah ada sejak 2004 saat pemerintahaan gubernur Sutiyoso sayangnya kandas karena kisah perjalanan beliau belum tertata dengan baik.

Pusat Sejarah TNI, Kolonel Kusuma mengatakan Bara lahir setelah Menteng 31 membentuk komite pada 2 September 1945 berkomitmen berjuang untuk kemerdekaan yaitu komite aksi ada tiga aksi yang dilakukan pertama membatuk Angkatan Pemuda Indonesia ( API ), kedua membentuk Bara atau  barisan rakyat dan ketiga barisan buruh Indonesia.

Ancaman kembali datang saat tentara Belanda datang ke Jakarta untuk mengusir Jepang ternyata kedatangan sekutu membawa segudang masalah di negara yang baru merdeka ini. Kusuma mengatakan pada januari 1946 terjadi hijrah dari Jakarta menuju Yogyakarta, Jakarta menjadi kota diplomasi. Disitu muncul bukan Belanda tetapi sekutu.

Kisah si Jago Sebagai informasi kawasan Kalender sebagai basis dari Jakarta,  dan sebagai tempat penghasil beras untuk warga Jakarta dan sekitarnya. Kawasan ini juga disebut jalur senjata para pejuang. Kehadiran Belanda dan inggris membuat Bara  geram karena sekutu membuat kekacauan. Itulah sepenggal cerita H. Darip si Jago Asal Betawi.

Check Also

Sejarah Ancol Taman Impian yang Ditinggalkan hingga Menjadi Sarang Monyet

Pesona Ancol : Taman Impian yang Sempat Menjadi Sarang Monyet

kebudayaan betawi – Pesona Ancol sebagai tempat hiburan sudah dimulai sejak lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. …

Leave a Reply

Your email address will not be published.