Sedekah Bumi

Sedekah Bumi atau baritan di masyarakat Betawi

Sedekah Bumi – Tradisi Baritan adalah perayaan tradisional yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat dan peristiwa alam. Tradisi ini tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Dalam masyarakat petani, tradisi ini sering disebut dengan sedekah bumi, sedangkan dalam masyarakat nelayan disebut juga sedekah laut. Namun, baritan yang dilakukan oleh masyarakat petani dan nelayan memiliki tujuan yang sama, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hasil bumi/perikanan yang melimpah.

Menurut informasi, nama Bebarit berasal dari kata “Bebarik“, asal kata bahasa Arab “Baroqah”, yang berarti “berkah” atau “barokah”.

Upacara Bebarit merupakan perayaan “Mulangin” (kembali) kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang diberikan kepada seluruh umat manusia di tahun sebelumnya. Selain itu, juga disyaratkan bahwa di tahun yang Anda jalani akan memiliki kelembutan, keamanan, kesuburan dan kekayaan yang melimpah dibandingkan tahun sebelumnya.

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, tujuan dari upacara ini adalah untuk kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala berkah dan berkah yang diberikan kepada seluruh umat manusia, terutama dalam pekerjaan pertanian atau hasil laut dalam satu tahun terakhir bagi masyarakat petani. Selain itu, kami juga memohon agar di tahun mendatang diberikan kelembutan, keamanan, kesuburan dan kekayaan yang melimpah dibandingkan tahun lalu.

Sedekah Bumi – Yang dimaksud dengan Yang Maha kuasa di sini tidak terbatas pada Tuhan semata, tetapi juga mencakup hal-hal yang dianggap supranatural/gaib yang mendiami wilayah yang didiami kuli dan sekitarnya. Untuk itu dalam upacara ini tidak boleh lupa untuk menghormati/menghormati makhluk halus tersebut. Sehingga sebagai adat tradisional yang masih berlaku bagi sebagian warga, setiap tahunnya mereka mengadakan perayaan yang disebut dengan Upacara Baritan, warga yang melakukan hal tersebut masih meyakini bahwa makhluk halus memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan yang tidak jauh berbeda dengan kehidupan manusia. Mereka memiliki perasaan, mereka menikmati dan perlu dihibur. Oleh karena itu, setahun sekali perlu dihormati, dinikmati, dan disantap berbagai hidangan sebagai makanan terhormat.

Upacara tersebut bertujuan untuk menjalin persahabatan antara manusia dengan makhluk halus. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin ada persaingan atau kesalahan yang tidak terlihat dan tidak terlihat. Kebencian terhadap roh dapat menyebabkan kemarahan. Marah berarti bencana bagi manusia, dan amarah bisa berubah menjadi wabah penyakit. Penyakit manusia adalah penyakit yang menyerang hewan dan tumbuhan serta sumber air seperti kehidupan manusia. Bisa berupa gempa bumi, angin topan, banjir atau kekeringan, dan kejadian alam lainnya. Perayaan tersebut merupakan jembatan silaturahim antar makhluk yang berbeda alam, untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan sehingga dapat tercapai keadaan aman, tentram dan damai. Yang satu tidak diganggu oleh yang lain, mereka hidup berdampingan.

Check Also

NUBA DAN NGUBEK EMPANG

NUBA DAN NGUBEK EMPANG

GESAH ANAK BETAWI Assalamualaikum warahmatullahi wabaratuh Tabè…! Kite bersyukur kepada Allah yang telah memberika rezeki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *