Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Jampi Kamasalah – Meruwat seperti diuraikan pada tulisan terdahulu, adalah upaya menetralisir atau mengembalikan keadaan tidak normal menjadi normal kembali. Dengan demikian, keseimbangan dan ketenteraman kehidupan berjalan seperti sedia kala. Narasi meruwat atau ruwatan sebenarnya berisi kisah hidup Batara Kala. Pada segmen khusus, …
Baca Selanjutnya »Ruwat
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Ruwat menurut KBBI, artinya pulih kembali sebagai keadaan semula; terbebas dari nasib buruk yang akan menimpa (tentang orang yang menurut kepercayaan akan tertimpa nasib buruk). Meruwat artinya memulihkan kembali sebagai keadaan semula atau membebaskan orang dari nasib buruk yang akan menimpa. Ruwat Dengan …
Baca Selanjutnya »RENGGAN
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Renggan bisa diartikan pemanis, atau penghias, bentuknya mirip suluk. Hal ini sangat terkait dengan olah vokal dan irama lagu sang dalang sendiri. Jika dalang bersuara indah, tentu sangat nikmat bagi pendengar atau penontonnya. Para dalang wayang kulit Betawi biasa mengucapkan renggan saat menjelang …
Baca Selanjutnya »MAULIDUR RASUL KELAHIRAN YANG MENCERAHKAN ALAM SEMESTA
MAULIDUR RASUL KELAHIRAN YANG MENCERAHKAN ALAM SEMESTA Yahya Andi saputra Ya nabi salam alaika Ya rasul salam alaika Ya habib salam alaika Shalawatullah alaika Konon Raja Abrahah mengerahkan pasukan besar dilengkapi pasukan gajah, mengepung Kota Mekkah hendak menghancurkan Ka’bah. Upaya itu gagal total karena datang kuasa Allah mengirim pasukan burung …
Baca Selanjutnya »SULUK
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi SULUK – Ada pendapat yang menyatakan bahwa suluk (bahasa Arab), kira-kira dapat diartikan seloka (bahasa Sanskrit, seloka artinya syair atau puisi yang mengandung ajaran). Sedang dalam pedalangan Betawi suluk kira-kira diartikan sebagai kekawin yang dikawinkan. Suluk diucapkan saat ki dalang mengeluarkan tokoh-tokoh …
Baca Selanjutnya »KEKAWIN
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Kekawin atau kakawin sebenarnya adalah syair/puisi berbahasa Jawa kuno. Tapi dalam kaitan wayang kulit Betawi, bisa diartikan berbahasa Kawi (Jawa Kuno). Seberapa banyak bahasa itu digunakan, tergantung dari kemampuan masing-masing dalang. Kekawin figunakan saat: Murwa, saat akan memulai lakon. Jejer, saat akan mengeluarkan …
Baca Selanjutnya »Ciung: Kasih Tak Sampai
Oleh: Dinda Chairunnisa Puteri Ciung adalah nama burung yang dalam bahasa ilmiahnya, Myophonus. Burung cantik ini berbulu hitam dengan bintik putih pada penutup sayap dan keunguan bersinar pada sayap dan ekornya. Dengan penampilan seperti itu, Ciung merupakan jenis burung yang tidak seperti burung kebanyakan. Burung ini suka sekali makan siput, …
Baca Selanjutnya »Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pemprov DKI Jakarta
Kebudayaan Betawi – Pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, bertempatan di Balai Agung Balaikota Provinsi DKI Jakarta, telah terlaksana Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies RasyidBaswedan. Berikut nama-nama …
Baca Selanjutnya »JANTURAN DALAM WAYANG BETAWI
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi JANTURAN DALAM WAYANG BETAWI – Dalam bahasa Jawa, janturan disebut simpingan atau posisi. Arti janturan atau simpingan adalah susunan wayang. Ada sebagian wayang tertentu di sisi kiri dalang, ada yang berada di sisi kanan dalang. Itu semua memiliki aturan yang sudah baku. Sisi …
Baca Selanjutnya »Mencari Bintang Penyanyi Gambus dan Pop Religi
Oleh: Dinda Chairunnisa Puteri Mencari Bintang Penyanyi Gambus dan Pop Religi – DPW Lasqi DKI Jakarta menyelenggarakan Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis Gambus dan Pop Religi, 11-12 Oktober 2021. Festival yang masuk tahun ke-25, sekaligus untuk menjaring peserta untuk tingkat Nasional, yang akan dilaksanakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat. …
Baca Selanjutnya »