Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Kekawin atau kakawin sebenarnya adalah syair/puisi berbahasa Jawa kuno. Tapi dalam kaitan wayang kulit Betawi, bisa diartikan berbahasa Kawi (Jawa Kuno). Seberapa banyak bahasa itu digunakan, tergantung dari kemampuan masing-masing dalang. Kekawin figunakan saat: Murwa, saat akan memulai lakon. Jejer, saat akan mengeluarkan …
Baca Selanjutnya »Ciung: Kasih Tak Sampai
Oleh: Dinda Chairunnisa Puteri Ciung adalah nama burung yang dalam bahasa ilmiahnya, Myophonus. Burung cantik ini berbulu hitam dengan bintik putih pada penutup sayap dan keunguan bersinar pada sayap dan ekornya. Dengan penampilan seperti itu, Ciung merupakan jenis burung yang tidak seperti burung kebanyakan. Burung ini suka sekali makan siput, …
Baca Selanjutnya »Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pemprov DKI Jakarta
Kebudayaan Betawi – Pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, bertempatan di Balai Agung Balaikota Provinsi DKI Jakarta, telah terlaksana Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies RasyidBaswedan. Berikut nama-nama …
Baca Selanjutnya »JANTURAN DALAM WAYANG BETAWI
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi JANTURAN DALAM WAYANG BETAWI – Dalam bahasa Jawa, janturan disebut simpingan atau posisi. Arti janturan atau simpingan adalah susunan wayang. Ada sebagian wayang tertentu di sisi kiri dalang, ada yang berada di sisi kanan dalang. Itu semua memiliki aturan yang sudah baku. Sisi …
Baca Selanjutnya »Mencari Bintang Penyanyi Gambus dan Pop Religi
Oleh: Dinda Chairunnisa Puteri Mencari Bintang Penyanyi Gambus dan Pop Religi – DPW Lasqi DKI Jakarta menyelenggarakan Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis Gambus dan Pop Religi, 11-12 Oktober 2021. Festival yang masuk tahun ke-25, sekaligus untuk menjaring peserta untuk tingkat Nasional, yang akan dilaksanakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat. …
Baca Selanjutnya »GUNUNGAN DALAM WAYANG BETAWI
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi GUNUNGAN DALAM WAYANG BETAWI – Gunungan memeliliki peran yang sangat penting dalam mendalang. Gunungan atau terkadang disebut kayon melambangkan alam dan seluruh unsur kehidupan di dalamnya. Makna Gunungan Menurut pemikiran Hindu, gunungan melambangkan penyatuan unsur-unsur kehidupan yang menjadikan seluruh alam. Unsur itu …
Baca Selanjutnya »Keharusan dan Larangan dalam mendalang(Bagian 2)
Kebudayaan Betawi – Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Keharusan dan Larangan dalam mendalang(Bagian 2) – Seperti sudah ditulis diepisode sebelumnya dalam mendalang ada keharusan dan larangan, demikian selanjutnya adalah : Kawi Radya Kawi Radya adalah mengucapkan kekawin mengenai raja. Tokoh raja yang sedang ditampilkan disebut nama-nama dan …
Baca Selanjutnya »Keharusan dan Larangan dalam mendalang (Bagian 1)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Keharusan dan Larangan dalam mendalang (Bagian 1) – Mendalang adalah suatu keahlian yang mencakup bidang yang sangat luas. Di antaranya adalah kemampuan vokal, menabuh, kesusastraan, melawak, menari dan pidato. Memang, tak semua ketrampilan itu perlu dikuasai sepenuhnya. cukup sekedar tahu aturan-aturannya saja. Dalam …
Baca Selanjutnya »TERTIB MENDALANG
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi TERTIB MENDALANG – Untuk mendalang, ada tata tertib yang harus dipatuhi. Tata tertib itu disesuaikan dengan pandangan-pantangan dan kebiasaan umum di masyarakat. Tak ada dalang yang berani melanggar tata tertib itu. Ini tata tertib mendalang cara Betawi : Adab Sebelum Mendalang. Ki …
Baca Selanjutnya »DOMINASI DALANG (Bagian 5)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Hubungan Dalang-Anak atau Guru-Murid DOMINASI DALANG (Bagian 5) – Karena anak biasanya akan memulai kariernya sebagai dalang ketika ayahnya masih segar bugar, maka sebenarnya berarti ia akan menjadi ancaman terhadap kemasyhuran sang ayah. Dalam kenyataannya sampai pada taraf tertentu, persaingan di antara …
Baca Selanjutnya »