Seni Pertunjukan

Mahabharata Konflik Pandawa Lima

Mahabharata Konflik Pandawa Lima

Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi   Mahabharata Konflik Pandawa Lima – Mahabharata menceritakan konflik Pandawa Lima melawan saudara sepupu mereka Sang Kurawa mengenai hak pemerintahan negara Astina. Puncaknya adalah pertempuran 18 hari pada perang besar Bhratayudha di Medan Kurukshetra. Kisah ini disebut Astadasaparwa, karena terdiri dari 18 bagian. …

Baca Selanjutnya »

Ramayana Cerita Epos Dari India

Ramayana Cerita Epos Dari India

Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Ramayana Cerita Epos Dari India – Dijelaskan dalam KBBI, Ramayana adalah cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki yang menceritakan petualangan Rama, titisan Dewa Wisnu dalam mitologi Hindu. Ramayana berasal dari bahasa Sanskerta. Terdiri atas dua kata, Rama dan Ayana, yang artinya …

Baca Selanjutnya »

Puser Cerita

Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Puser cerita atau disebut juga pancer cerita adalah kisah wayang purwa. Dalam KBBI, kata purwa artinya mula-mula, permulaan, paling awal. Namun dalam tulisan ini yang dimaksud purwa berasal dari kata parwa yang berarti bagian. Disebut wayang purwa karena terdiri dari beberapa bagian atau …

Baca Selanjutnya »

Jampi Kamasalah

Jampi Kamasalah

Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Jampi Kamasalah – Meruwat seperti diuraikan pada tulisan terdahulu, adalah upaya menetralisir atau mengembalikan keadaan tidak normal menjadi normal kembali. Dengan demikian, keseimbangan dan ketenteraman kehidupan berjalan seperti sedia kala. Narasi meruwat atau ruwatan sebenarnya berisi kisah hidup Batara Kala. Pada segmen khusus, …

Baca Selanjutnya »

Ruwat

Ruwat

Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Ruwat menurut KBBI, artinya pulih kembali sebagai keadaan semula; terbebas dari nasib buruk yang akan menimpa (tentang orang yang menurut kepercayaan akan tertimpa nasib buruk). Meruwat artinya memulihkan kembali sebagai keadaan semula atau membebaskan orang dari nasib buruk yang akan menimpa. Ruwat Dengan …

Baca Selanjutnya »

RENGGAN

RENGGAN

Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Renggan bisa diartikan pemanis, atau penghias, bentuknya mirip suluk. Hal ini sangat terkait dengan olah vokal dan irama lagu sang dalang sendiri. Jika dalang bersuara indah, tentu sangat nikmat bagi pendengar atau penontonnya. Para dalang wayang kulit Betawi biasa mengucapkan renggan saat menjelang …

Baca Selanjutnya »

SULUK

Suluk

  Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi SULUK – Ada pendapat yang menyatakan bahwa suluk (bahasa Arab), kira-kira dapat diartikan seloka (bahasa Sanskrit, seloka artinya syair atau puisi yang mengandung ajaran). Sedang dalam pedalangan Betawi suluk kira-kira diartikan sebagai kekawin yang dikawinkan. Suluk diucapkan saat ki dalang mengeluarkan tokoh-tokoh …

Baca Selanjutnya »

KEKAWIN

KEKAWIN

Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Kekawin atau kakawin sebenarnya adalah syair/puisi berbahasa Jawa kuno. Tapi dalam kaitan wayang kulit Betawi, bisa diartikan berbahasa Kawi (Jawa Kuno). Seberapa banyak bahasa itu digunakan, tergantung dari kemampuan masing-masing dalang. Kekawin figunakan saat: Murwa, saat akan memulai lakon. Jejer, saat akan mengeluarkan …

Baca Selanjutnya »

JANTURAN DALAM WAYANG BETAWI

JANTURAN DALAM WAYANG BETAWI

Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi JANTURAN DALAM WAYANG BETAWI – Dalam bahasa Jawa, janturan disebut simpingan atau posisi. Arti janturan atau simpingan adalah susunan wayang. Ada sebagian wayang tertentu di sisi kiri dalang, ada yang berada di sisi kanan dalang. Itu semua memiliki aturan yang sudah baku. Sisi …

Baca Selanjutnya »

GUNUNGAN DALAM WAYANG BETAWI

GUNUNGAN DALAM WAYANG BETAWI

Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi GUNUNGAN DALAM WAYANG BETAWI – Gunungan memeliliki peran yang sangat penting dalam mendalang. Gunungan atau terkadang disebut kayon melambangkan alam dan seluruh unsur kehidupan di dalamnya.   Makna Gunungan Menurut pemikiran Hindu, gunungan melambangkan penyatuan unsur-unsur kehidupan yang menjadikan seluruh alam. Unsur itu …

Baca Selanjutnya »