Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Lakon Rajuna – Muhammad Bakir aktif menulis atau menyalin karya sastra antara 1884-1906, menghasilkan tidak kurang 14 manuskrip hikayat bertema wayang. Lakon Rajuna yang diturunkan di web LKB ini salah satu dari itu. Manuskrip ini hasil transkrip dari naskah Hikayat Wayang Arjuna. Selamat …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Tamat)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang Tamat– Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad ke-19, …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Bagian 7)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang Bagian7 – Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari masyarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Bagian6)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang Bagian6. Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad ke-19, …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Bagian5)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang Bagian5. Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad ke-19, …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Bagian4)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang Bagian4 – Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Bagian3)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang Bagian3 – Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad …
Baca Selanjutnya »INMEMORIAM ENTONG SUKIRMAN : MENARILAH BERSAMA BIDADARI
INMEMORIAM ENTONG SUKIRMAN – Innalillahi Wainna ilaihi Rojiun. Wafat karena sakit Sukirman bin Kisam Djiun, Kamis, pukul 19.45 WIB, di RS. Haji Pondok Gede. Sukirman yang disapa dengan pangilan, Entong, dan oleh muridnya disapa dengan panggilan kehormatan Ayah, wafat dalam usia 52 tahun. Entong yang lahir 14 April 1969, merupakan …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Bagian2)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang (Bagian2) – Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad …
Baca Selanjutnya »ASAL MULANYA WAYANG (Bagian1)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi ASAL MULANYA WAYANG (Bagian1) – Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad …
Baca Selanjutnya »