Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang Bagian5. Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad ke-19, …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Bagian4)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang Bagian4 – Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Bagian3)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang Bagian3 – Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad …
Baca Selanjutnya »Asal Mula Wayang (Bagian2)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi Asal Mula Wayang (Bagian2) – Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad …
Baca Selanjutnya »ASAL MULANYA WAYANG (Bagian1)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi ASAL MULANYA WAYANG (Bagian1) – Wayang (kulit dan wong), pada masanya cukup digemari msayarakat Betawi. Bukan saja sering ditanggap meramaikan rupa-rupa kegiatan kemasyarakatan (sedekah bumi, haul, resepsi pernikahan, dan sebagainya), cerita-cerita bertema pewayangan pun mendapat tempat tersendiri. Oleh sebab itu, sastrawan Betawi abad …
Baca Selanjutnya »LAKON LELUHUR PANDAWA (Tamat)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi LAKON LELUHUR PANDAWA (Tamat) – Sewaktu Arasoma siuman, ia langsung memukul kepala Pandu Sekali lagi Pandu lari menghadap Abyasa dan mengadukan perihalnya. Abyasa menitahkan Pandu untuk balas memukul. Segera Pandu mendapati Arasoma., kepala Raja Arga Pura itu dipukulnya. Seketika pingsanlah Arasoma. Kembali Pandu …
Baca Selanjutnya »LAKON LELUHUR PANDAWA (Bagian11)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi LAKON LELUHUR PANDAWA (Bagian11) – Semar mengingatkan kalau mereka terlambat, tanggal 15 Jumadil Akhir jatuh pada hari Ahad, saat itu telah hari Senin. Menurut Abyasa walau terlambat satu minggu kalau sudah berjodoh tak mengapa. Maka mandilah mereka. Mereka tak tahu, pemandian itu adalah …
Baca Selanjutnya »LAKON LELUHUR PANDAWA (Bagian10)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi LAKON LELUHUR PANDAWA (Bagian10) – Sungguh suka cita hati dewi Kunti. Kini Tak tahan hati sang dewi, ia ingin sekali merapal ajian barunya itu, namun ia memiliki satu ajian yang ampuh. takut. Suatu pagi, saat dewi Kunti baru terjaga dari peraduannya, ia tak …
Baca Selanjutnya »LAKON LELUHUR PANDAWA (Bagian9)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi LAKON LELUHUR PANDAWA (Bagian9) – Kemudian Batara Guru memberi mereka pusaka-pusaka. Destarata mendapat ilmu ajian-ajian, sedang Widura mendapat kitab kebajikan dan kitab hitungan-hitungan baik-buruk dan masa depan. Pandu mendapat anak panah bermata tiga bernama lembing trisula dan keris pancaroba. Karena Pandu yang mendapat …
Baca Selanjutnya »LAKON LELUHUR PANDAWA (Bagian8)
Oleh : Tim Litbang Lembaga Kebudayaan Betawi LAKON LELUHUR PANDAWA (Bagian8) – Prabu Naga Kilat mengutus patih dan bupatinya ke Suralaya. Mereka datang untuk melamar Dewi Mampuni. Namun Batara Guru menolak lamaran itu. Patih Naga Kesuma dan Bupati Naga Rangsang menjadi murka. Keduanya mengamuk. Tak satu dewa pun yang mampu …
Baca Selanjutnya »