Peletakkan ancak pertama ditemaptkan di belakang bangunan makam Pasarean Kramat Ganceng, digantungkan di atas pohon. Berikutnya perletakan ancak di pusat kampung Pondok Ranggon yag digantungkan di atas pohon dekat pinggir jalan sebagai tanda bahwa di situ dianggap tempat angker dan orang harus hati-hati.
Penanaman kepala kambing dimulai di “Sirah Kampung” yang letaknya di ujung Selatan berbatasan dengan Kampung Harja Mukti Jawa Barat. Menurut kepercayaan setemapt dahulunya yang disebut dengan Sirah kampung berada di dekat mata air danau Situ Cibubur. Di situlah tempat para Dangiang yang ada di Wetan, Kulon, Kidul, Lor dan sebagainya yang merasa ngeraksa/berkuasa berkumpul. Tetapi dit empat tersebut sekarang sudah dipakai untuk prkemahan Pramuka dan sebagai gantinya dilakukan dekat perbatasan antara kedua kampung trsebut di ats. Di tempat ini dilakukan upacara penanaman atau penguburan kepala dan keempat kaki kambing yang dibungkus dengan kain putih bersama dengan kembang 7 rupa diberi air wangi-wangian. Mula-mula tanah digali dekat sudut jalan sedalam ¼ meteer, pimpinanupacara seorang dukun setempat yang ada di dekat kampung tersebut, yaitu Bapak Eran yang sudah berumum + 80 tahun adalah tokoh Bebarit yang tertua.
Sesudah lubang tersedia si dukun membakar seikat lidi daun enau ditaburi bubuk kemenyan, disertai mantera-mantera yang diucapkan antara lain :
“Para Dangiang yang ada di Wetan, Kulon, Kidul, Lor, di tas Bumi dan di Langit, yang merasa ngeraksa dan bertempat tinggal di kampung ini dengan menyebutkan nama-nama Dangiang tertentu yang menempati tempat-tempat tertentu………….. saya nyerahin dahar,lebih kurangnya minta dicukupin……………..”.kemudian di lanjutian bacaan lain dan seterusnya.
