- Upacara Bebarit ini biasanya diadakan pada pertengahan bulan haji/Raya agung dan memilih hari Jum’at.
- Upacara, diawali dengan selamatan khusus yang disebut “Malam Mangkatan”, sebagai awal pelaksanaan pada hari Kamis malam Jum’at, tempat di makam Pasarean Keramat Ganceng.
- Pada siang harinya, selesai sembahyang Sholat Jum’at di tempat makam Pasarean Keramat Ganceng dilangsungkan Upacara Baritan yagn sifatnya secara umum didatangi oleh seluruh penduduk Pondok Ranggon dan Kampung-kampung sekitarnya.
- Pada sore harinya dilanjutkan dengan berbagai hiburan antara lain, Komidi puter, Permainan rebutan/ Coko, Hiburan kesenian Tanjidor.
- Malam penutupan, diakhiri pertunjukan film semalam suntuk.
2. Maksud Penyelenggaraan Upacara Bebarit
Upacara Bebarit Seperti yang telah disebutkan di atas, maksud upacara ini untuk Mulangin/ mengembalikan kepada Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan keberkahannya yang telah diberikan kepada seluruh warga Kampung Pondok Ranggon, khususnya dalam usaha pertanian pada tahun yang lalu untuk masyarakat petani. Selain itu memohon pula agar pada tahun yagn akan datang semoga diberikan kelancaran, keselamatan, eksuburan dan rejeki yang melimpah dari pada tahun yang lewat.
Pengertian Yang Maha Kuasa di sini tidak terbatas kepada Tuhan semata-mata, tetapi juga kepada hal-hal yang dianggap gaib/supranatural yang mendiami wilayah Kampung Pondok Ranggon dan sekitarnya. Untuk itu pula dalam upacara ini tidak boleh melupakan untuk menghormati mereka/ roh-roh halus tersebut. Maka sebagai adat tradisi yagn masih berlaku pad sebagian penduduk, setiap tahun sekali menyelenggarakan upacara yag disebut upacara Baritan penduduk yang melakukannya masih beranggapan bahwa roh-roh halus mempunyai tempat kehidupan tersendiri yang tak banyak berbeda dengan kehidupan manusia. Mereka punya perasaan , punya kesenangan dan memerlukan hiburan. Karenanya, setahun sekali perlu dihormati, dihibur dan diberi berbagai sajian sebagai makanan penghormatan.
Upacara Bebarit bertujuan untuk menjalin persahabatan antara manusia dengan para makhluk halus. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin timbul persaingan atau kekeliruan yang tak tampak dan tak terasa. Rasa tak senagn dari para makhluk halus itu bisa berakibat menimbulkan kemarahannya. Kemarahan berarti malapetaka bagi manusia, kemarahan dapat menjelma menjadi wabah penyakit. Penyakit untuk manusia penyakit untuk hewan maupun tumbuh-tumbuhan beserta sumber air sebagai kehidupan manusia. Bisa berupa gempa bumi, angin ribut, banjir, kekeringan dan peristiwa alam lainnya. Upacara dianggap sebagai jembatan persahabatan antara kedua makhlukyang berbeda alamnya, untuk menciptakan adanya keseimbangn dalam kehidupan hingga terwujud keadaan yang aman, tentram dna damai. Yang satu tak merasa terusik oleh yang lain, keduanya hidup berdampingan.
