Upacara Bebarit

Upacara Bebarit / Barita Yang Kini Jarang Terdengar

perlengkapan untuk hidangan para tamu yang hadir

  • ketupat dalam jumlah tidak terbatas
  • nasi uduk
  • nasi ulam
  • 7 buah tumpeng
  • buah-buahan : pisang, rambutan dan sebagainya
  • macam-macam kue khas Betawi
  • lauk pauk diantaranya semur daging kambing

perlengkapan untuk hiburan sebagai pengiring untuk mengarak sajian kepala kambing

  • seperangkat alat-alat musik Tanjidor
  • alat pengeras suara
  • beberapa buah kendaran mobil/colt untuk mengangkut rombongan musik, sajian-sajian beserta orang-orang yang ikut meramaikan mengarak sesajen untuk keliling kampung. Kemudian satu persatu ke 5 ancak tersebut ditempatkan di tempat-tempat tertentu, perempatan jalan, pusat kampung dan keempat penjuru kampung
  • petasan dibakar sebagai tanda dimulai dan berakhirnya upacara pokok Baritan

8.  Jalannya Upacara Bebarit menurut tahap-tahap

Upacara Baritan secara tradisi diadakan pada pertengahan bulan Haji/Rayagung, kalau biaya belum siap hari dan tangalnya bisa diundurkan tetapi harus dilaksanakan pada bulan itu juga, hari Jum’at.

Setelah diterima kesepakatan masyarakat untuk menetukan waktu penyelenggaraannya, maka pejabat ketua RT atau RW memberitahukan kepada pimpinan upacara yaitu Juru Kunci/Kuncen makam Pasarean Kramat Ganceng, bahwa penentuan akan diadakan pada hari dan tanggal tersebut. Pemberitahuan ini biasanya harus paling lambat satu minggu sebelum upacara akan diselenggarakan, yang tujuannya memberikan kesempatan kepada Juru Kunci untuk bersemedi terlebih dahulu di tempat makam Pasarena Kramat Ganceng sebagai temapt upacara. Maksudnya untuk meminta restu dan ijin. Kemudian pad amalam pertama satu hari sebelum upacara diawali dengan selamatan syukuran pada hari Kamis, malam Jum’at yang disebut dengan “malam Mangkatan”, diselenggarakan pda jam 21.00 di dalm ruangan rumah makam Pasarean Kramat Ganceng. Pada malam itu tamu-tamu yang hadir diantaranya Lurah, RW RT dan para tokoh masyarakt setempat serta undangan lainnya. Acara ini dipimpin olh Juru Kunci yang formilnya memohon kepada Yang Maha Kuasa agar seluruh rakyat kampung Pondok Ranggon dan sekitarnya termasuk para pengurusnya senantiasa mendapat petunjuk dan bimbingan serta limpahan rahmat dari Yang Maha Kuasa. Dengan tujuan seluruh rakyat kampung terhindar dari malapetaka atau musibah yang tidak diinginkan, baik lahir maupun batin dan tercapai apa yang diharapkan. Aikhir dai malam syukuran ditandai dengan bunyi petasan yang menandakan bahwa upacara tersebut sudah selesai. Bersamaan itu para hadirin dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang berupa kue-kue, buah-buahan dan dilanjutkan dengan makan malam berupa nasi dengan lauk pauk, di antaranya hidangan khas semur kambing.

Check Also

TRADISI HANTARAN

TRADISI HANTARAN

Oleh Yahya Andi Saputra (Lembaga Kebudayaan Betawi) Dalam tradisi Betawi, dikenal kebiasaan hantaran, yaitu mengantar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *