Upacara Bebarit

Upacara Bebarit / Barita Yang Kini Jarang Terdengar

6.  Pihak-pihak yang terlibat Upacara Bebarit

Penyelenggaraan upacara ini sifatnya masal, banyak melibatkan petugas-petugas untuk mengamankan kelancaran dan ketertiban mulai dari awal sampai selesai. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ini :

  • Pejabat Lurah setempat beserta aparatnya.
  • Petugas Koramil untuk pengamanan
  • Petugas Kepolisian setempat untuk pengamanan
  • Hansip dan Satpam setempat
  • Ketua RT dan RW masing-masing wilayah
  • Amil sebagai pembaca do’a secara agama Islam
  • Kelompok kesenian tanjidor untuk hiburan
  • Warga penduduk Kampung Pondok Ranggon

7.  Persiapan Dan Perlengkapan Upacara Bebarit

Persiapan untuk penyelenggaraan upacara ini tergantung dari kemampuan kondisi ekonomi para warganya, apakah sudah siap untuk pembiayaannya. Karena untuk upacara Baritan ini dijadikan satu dengan selamatan sedekah bumi atau sedekah kampung. Jadi biayanya diperlukan cukup besar dari swadaya masyarakat yang dikoordinir oleh RT dan Rw-nya masing-masing. Besar kecilnya perlengkapan upacara tergantung dari biaya yang terkumpul, kalau biaya sudah tersedia mereka mengadakan kesepakatan untuk menetukan hari pelaksanaannya, setelah hari penentuan disepakati Ketua RT/RW memberi tahukan kepada pimpinan Upacara yaitu Juru Kunci makam keramat Ganceng.

Upacara dilakukan pada hari Jum’at dengan alasan pada hari itu penduduk tidak banyak melakukan kegiatan-kegiatan, sehingga tidak menganggu untuk kepentingan upacara.

Perlengkapan upacara terdiri dari :

Perlengkapan untuk sesajen/ancak =

  1.  5 buah ancak, isinya masing-masing :
    • nasi congcot putih dan kuning
    • 1 batang rokok lisong/cerutu
    • 1 batang rokok keretek/putih
    • sirih beberapa lembar
    • 1 butir telor ayam rebus dibelah dua
    • 1 buah kelapa muda hijau bagian atas dilobangi
    • beberapa buah uang logam
    • kembang setaman (mawar)
    • 1 buah ketupat dibelah dua
    • 1 buah lepet dipotong dua
    • sepotong daging ayam.
  2.  dua buah kepala kambing warna putih dengan keempat kakinya.
  3.  5 buahkelapa muda/dawegan yang ujung sisinya dipotong untuk dilobangi
  4.  1 ekor bekakak ayam
  5.  rujak 7 rupa
  6.  minyak wangi
  7.  air kendi
  8.  kemenyan dengan pendupaan

Check Also

TRADISI HANTARAN

TRADISI HANTARAN

Oleh Yahya Andi Saputra (Lembaga Kebudayaan Betawi) Dalam tradisi Betawi, dikenal kebiasaan hantaran, yaitu mengantar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *