Upacara Bebarit

Upacara Bebarit / Barita Yang Kini Jarang Terdengar

Selesai acara makan para hadirin meninggalkan tempat upacara untuk kembali ke rumahnya masing-masing atau bagi mereka yang ingin menonton hiburan berupa kesenian khas Betawi tempo dulu yaitu musik Tanjidor dari Pondok Ranggon.

Di tempat makam par akeluarga Kuncen ikut bermalam untuk mempersiapkan sajian-sajian bagi esok harinya yaitu hari Jum’at siang.

Pada tahap hari pelaksanannya, pagi harinya kaum Ibu dan anak-anak datang berduyun-duyun ke tempat upacara sambil emmbawa makanan, kue-kue buah-buahan dan lainnya.

Makanan khas sebagai sajian upacara Baritan yang tidak boleh ditinggalkan yaitu ketupat dan kepala kambing. Tampak mulai pagi sekitar jam 8.00-10.00 kesibukan keluarga Kuncen dibantu orang lain untuk mempersiapkan segala kebutuhanupacara Baritan. Suasana di temapt itu menjadi ramai dengan datangnya rombongan kesenian Tanjidor dengan membawakan lagu-lagu khas Betawi hingga menambah semarak di sekitar halaman tempat uapcara.

Di tempat lain di sekitar halaman Kantor Kelurahan banyak orang-orang yang berjualan sejak dari hari Kamis pagi dan diramaikan dengan permainan coko/rebutan dan kumidi puter untuk hiburan anak-anak. Permainan coko diperuntukkan bagi anak laki-laki, karena dibutuhakn keterampilan untuk memanjat batan gpohon pinag yang sudh dilumuri oleh pelicin lemak. Di puncaknya digantungkan berbagai jenis barang seprti ; paying, baju-baju, uang kertas, hancuk, alat-alat rumah tangga dan lain-lain.

Pada masyarakat Pondok Ranggon khususnya kaum Ibu pada hari itu mereka tidak berbelanja ke pasar untuk memasak di rumah. Sebagian kebiasaan mereka jajan membeli lauk-pauk dan kembali pulang ke rumah lagi. Hal ini disebabkan kaum Ibu sudah disibukkan untuk ikut mempersiapkan masakan dalam upacara, sehingga tidak ada waktu lagi pergi ke pasar untuk menyiapkanmakan bagi keluarganya.

Check Also

TRADISI HANTARAN

TRADISI HANTARAN

Oleh Yahya Andi Saputra (Lembaga Kebudayaan Betawi) Dalam tradisi Betawi, dikenal kebiasaan hantaran, yaitu mengantar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *