Upacara Bebarit

Upacara Bebarit / Barita Yang Kini Jarang Terdengar

Tahap yang dinanti-nantikan sebagai puncak acara oleh segenbap masyarakt penduduk Pondok Ranggon adalah upacara inti selamatan Bebarit yang disatukan dengan sedekah bumi. Pada hari dan jam yang telah ditentukan, sesudah waktu sembahyang sholah Jum’at para peserta upacara berdatangan ke Makam pasarean Kramat Ganceng. Baik laki-laki, perempuan, tua, muda dan anak-anak tidak ketinggalan ikut meramaikan saat-saat akan dimulainya upacara Baritan dan sedekah Bumi.

Setelah semua perlengkapan upacara sudah disiapkan para peserta sudah cukup banyak baik di luar maupun di dalam ruanga nrumah makan Pasarean keramat Ganceng. Orang-orang yang hadir duduk menempati ruangan depan dengan lantainya dialasi tikar sebagi tempat duduk. Pimpinanupacara sudh bersiap-siap untuk memulai upacara akan dibuka. Dengan mengucapkan : “Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh” dan dijawab oleh para hadirin dengan sambutan “Wa’alaikum salam”. Dilanjutkan dengan emngucapkan selamat datang pada hadirin untuk menyampaikan rasa terima kasih atas kehadirannya, dnamenyampaikan maksud dan tujuan diadakannya upacara Baritan yang disatukan dengan sedekah Bumi pada tahun ini, adapun inti sarinya demikian :

  • Pernyataan terima kasih kepada semua peserta dan warga dalam lingkungan kampung Pondok Ranggon
  • Memuji syukur dan keselamatan kepada Penguasa Alam atas karunianya terhadap penduduk Pondok Ranggon, khusunya para petaninya.
  • Pernyataan terima kasih dan memohon maaf kepada para leluhur, roh-roh halus yang telah membantu dan melindungi serta keberkahannya atas hasil-hasil yang dicapai tahun ini dan semoga untuk tahun-tahun yang akan datang diberikan rejeki yagn lebih melimpah
  • Kemudianpernyatana persembahan kepada para leluhur dan sebagainya atas sajian yang ada, dengan nama-nama leluhur atau makhluk-makhluk halus tertentu, di tempat tertentu

Akhirnya, ditutup pembacaan doa dalam agama Islam oleh Bapak Amil, sebagai tokoh masyarakat dalam bidang agama islam, yang isinya antara lain :

“Saya berlindung kepada Allah dair pada godaan syaitan yang terkutuk”.

Check Also

TRADISI HANTARAN

TRADISI HANTARAN

Oleh Yahya Andi Saputra (Lembaga Kebudayaan Betawi) Dalam tradisi Betawi, dikenal kebiasaan hantaran, yaitu mengantar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *