Selametan
( Selamatan Foto : Rudy_albdr )

Upacara Makanan Bersama Yang Disesuaikan Dengan Jenis Acara

Apabila seluruh rangkaian upacara selesai dan berjalan dengan baik, maka di ujung dari semua rangkaian itu diselenggarakan acara laksè penganten. Acara ini sebagai ungkapan rasa gembira dari orang tua laki-laki bahwa ternyata putranya memperoleh pasangan hidup yang baik, shalehah, akhlakul karimah, dan terpelihara kesuciannya. Pihak orang tua laki-laki menganarkan semua keperluan membuat masakan laksa10 kepada pihak perempuan.Bahan-bahan itu dimasak oleh pihak perempuan dan diadakan selamatan laksè penganten dengan megundang keluarga pihak laki-laki dan tetangga. Disebut juga ketupat laksè penganten, karena campuran utama laksa adalah ketupat.

Pada beberapa upacara, nasi kuning11 dan bekakak ayam menjadi persayaratan utamanya. Kedua makanan itu menjadi syarat pada seluruh selamatan baik berkaitan dengan upacara kegamaan maupun tradisi. Seperti khitanan, perkawinan, nujuh bulan, hakekah, khatam quran, membuat dan menempati rumah baru, bertani, nelayan, dan sebagainya. Warna kuning dari nasi kuning melambangkan kejayaan, kekayaan, keagungan, kesejahteraan, dan keluhuran budi. Sementara bekaka ayam yaitu ayam panggang yang masih utuh melambangkan kelincahan dan keuletan mencari rejeki. Tentu saja semua makananitu menjadi konsumsi khusus bagi obyek yang menyelenggarakannya.

Ada makanan atau kue yang dibuat untuk hari yang sangat khusus yaitu dodol. Tidak hanya dibuat untuk memeriahkan hari khusus, pembuatannya pun sangat khusus pula. Kue ini disebut juga kue silaturrahmi atau kue kolektif. Disebut begitu, karena sejak permulaan pembuatannya sudah harus bersilaturrahmi dengan orang lain. Dodol dibaut dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu tidak semua orang memiliki kawa (penggorengan) ukuran besar yang dapat menampung adonan tepung beras campur gula merah dan santan sebanyak 25 kilogram. Kawa seperti itu hanya dimiliki oleh keluarga kaya. Makanya banyak oang yang berniat membuat dodol, harus meminjam kepada yang memilikinya. Selain itu, jika ingin memulai membuat dodol terlebih dahulu meminta tetangga membantu menumbuk beras, memarut kelapa, dan meracik adonan. Tentu semuanya dikomandani oleh tukang dodol yang ahli.

Check Also

SEJARAH, FILOSOFI DAN BUDAYA MAKAN GEPLAK DI BETAWI (Bagian Pertama)

SEJARAH, FILOSOFI DAN BUDAYA MAKAN GEPLAK DI BETAWI (Bagian Pertama)

HUT Kota Jakarta ke – 495, Dinas Kebudayaan bekerjasama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi mengadakan rapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *