Selametan
( Selamatan Foto : Rudy_albdr )

Upacara Makanan Bersama Yang Disesuaikan Dengan Jenis Acara

Seorang yang memarut kelapa disarankan bukan perempuan yang sedang haid. Karena kalau demikian, hasil santannya akan hitam. Atau seseorang yang bertugas membuat minyak kelapa, haruslah orang yang sabar, bersih dan disiplin. Jika tidak begitu, minyak kelapa tak akan penah jadi alias gagal total, hanya menjadi blendo (ampas minyak), seberapa banyak pun santan kelapa yang dimasaknya.

Tidak semua orang – laki-laki atau perempuan – mahir membuat adonan dodol. Seorang ahli membuat dodol instingnya sangat kuat disamping memang pengalaman cukup tinggi. Perbandingan antara jumlah beras, kelapa, gula, dan sebagainya benar-benar telah ditekuni puluhan tahun meski ia tak mencatatnya. Semuanya hanya disimpan dalam ingatannya. Lagi pula membuat dodol dari beras ketan akan lain cara penanganannya dibandingkan dengan beras biasa. Selain itu ia pun mengerti jampe-jampe pengusir makhluk halus. Kegiatan sejak nampihin (membersihkan beras menggunakan tampah yang digerakkan naik turun) beras, menurunkan adonan ke kawa sampai menjadi koleh (dodol setengah masak) masih ditangani oleh kaum

perempuan. Barulah setelah itu pekerjaan dilanjutkan oleh kaum laki-laki sampai dodol matang, diangkat, dan dimasukkan ke dalam tenong (wadah bundar berdiameter 20-25 cm, tinggi 15 cm terbuat dari anyaman bambu).

Tukang ngaduk dodol adalah laki-laki yang memiliki fisik kuat, sebab membolik-balik dodol yang menggunakan gelo (alat pengaduk dodol) di kawa memerlukan tenaga yang besar. Tukang ngaduk adalah orang yang mengerti jenis arang. Arang yang bagus dan baik biasanya dari kayu rambutan. Sebab bila arang yang digunakan mengeluarkan asap, maka dodol yang dihasilkan berbau sangit dan rasanya bercampur asap. Ia pun mengerti berapa tingkat kepanasan bara arang  di bawah kawa. Jika tingkat kepanasan bara tidak konstan, artinya terlalu panas atau kurang panas, atau tidak rata antara sisi kanan dan sisi kiri, dodol menjadi bantet (tidak masak benar) dan warnanya hitam mengeras bagai batu. Untuk kemahirannya, tukang ngaduk memperoleh bayaran yang lumayan.

Check Also

SEJARAH, FILOSOFI DAN BUDAYA MAKAN GEPLAK DI BETAWI (Bagian Pertama)

SEJARAH, FILOSOFI DAN BUDAYA MAKAN GEPLAK DI BETAWI (Bagian Pertama)

HUT Kota Jakarta ke – 495, Dinas Kebudayaan bekerjasama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi mengadakan rapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *