Keanekaragaman selamatan dan makanan juga dapat dilihat pada tahap-tahap menuju upacara pernikahan. Salin antar hadiah berupa makanan dan lain-lain sudah di antara ke dua belah pihak – pihak laki-laki dan perempuan – yang bertujuan mengakrabkan dan memperlancar menuju hari pernikahan. Apabila menjelang bulan puasa, calon menantu laki-laki megantarkan makanan atau buah-buahan kepada calon martuanya. Begitu pun menjelang lebaran, namun kali ini pihak calon besan perempuan membalas antaran itu. Khusus pada malem takbiran (malem takbiran adalah malam menjelang hari raya idul Fitri). Disebut malem takbiran karena pada malam itu semua ummat Islam di seluruh dunia mengumadangkan kalimat takbir – Allahu al-Akbar, Allah yang maha agung – sepanjang malam sampai pagi) calon menantu laki-laki mengajak calon istrinya ke pasar kembang untuk membeli sedap malam (Polianthes tuberose). Bunga ini melambangkan keeratan dan harumnya tali silaturrahim antara pihak laki-laki dengan pihak perempuan.
Ketika pihak laki-laki datang melamar, dibawa makanan yang menyimbolkan ketulusan, penghormatan, dan pengharapan. Makanan itu antara lain sirih tampi (sirih yang telah diisi dengan rempah-rempah, kapur, gambir, pinang), tembakau, pisang raja, roti tawar, dan sirop berwarna merah.
Sehari menjelang hari pernikahan, pihak perempuan ngejot, yaitu mengantar jotan kepada pihak laki-laki. Jotan merupakan masakan antaran yang melambangkan kesiapan pihak besan perempuan menerima kedatangan pihak besan laki-laki (pada keesokan harinya). Sedangkan upacara mengantarkan makanan jotan disebut ngejot. Makanan jotan terdiri atas nasi begana, dua bakul nasi putih, sepasang ikan talang-talang atau tongkol pesmol, sepasang semur daging bulat (1½ kg), sepasang bekakak ayam, dua toples sop, sepasang sambel kol (atau acar kuning), sambel penganten (sambel kentang), dan emping. Jumlahnya harus sepasang (dua) karena melambangkan dua rumah tangga akan menjadi satu. Oleh pihak laki-laki semua antaran itu akan dibalas dengan sejumlah uang sesuai dengan perkiraan biaya pembuatan jotan itu. Balasan itu disampaikan pada waktu malam besan, yaitu malam resepsi perkawinan yang dilaksanakan di rumah pihak perempuan.
