Selametan
( Selamatan Foto : Rudy_albdr )

Upacara Makanan Bersama Yang Disesuaikan Dengan Jenis Acara

Simbol yang terkandung dalam upacara ini adalah:

  • Beras sebagai simbol Dewi Sri, dewi penolong yang banyak memberi sumber kehidupan bagi
  • Tempayan bersama tutupnya, lambang tempat tinggal Dewi Sri dan lambang rumah dan kedudukan tuan rumah di masyarakatnya.
  • Ikan lele, ikan gabus, dan lindung (belut) lambang manusia yang pandai mencari rejeki.
  • Ayam dengan cakar dan paruhnya lambang pekerja keras, rajin dalam berbagai usaha untuk memenuhi segala keperluan hidup.
  • Sesajen sepasang lambing kehidupan di muka bumi siang dan malam, bumi dan langit, bapak dan emak, suami dan istri, baik dan buruk, kuat dan lemah, laki dan perempuan. Dua hal itu selalu berdampingan dan diharapkan kerukunan berumah tangga suami istri, orang tua dan anak, matu dan martua, dan dua keluarga
  • Bubur merah putih dan tumpeng kuning dan putih lambing menyatunya dua alam kehidupan. Warna merah dan kuning sebagai lambing bumi tempat manusia hidup. Warna putih lambing langit tempat para makhluk halus tinggal. Kedua alam itu pun harus rukun dan damai, saling memberi dan saling
  • Kelapa muda disebut juga “sumur gantung” yaitu sumber air untuk para makhluk halus.
  • Dua gelas air putih, lambing minuman penghormatan khusus untuk Dewi Sri yang banyak menolong manusia. Warna putih pada air melambangkan juga kesucian, kebersihan, keikhlasan Dewi Sri yang tak pernah menuntut balas jasa dan tak pernah menolak permintaan
  • Kendi berisi air ditutup daun pisang dan telur ayam mentah, sebagai lambing “nyumpel” yaitu menekan hawa nafsu manusia. Kendi dan air diibaratkan manusia. Leher kendi adalah leher manusia. Leher kendi disumbat diibaratkan menyumbat leher manausia. Telur ayam mentah sebagai lambing benih atau sari manusia. Dengan nyumpel berarti nafsu makan tamu dalam melahap hidangan dikurangi atau dihambat. Kalaupun mereka makan hanyalah benda kasarnya, sedangkan benih atau sarinya (telur) tak ditermakan.
  • Kain putih penutup tempayan lambang terang dan bersih. Manusi hidup harus terbuka, jujur, dan bersih supaya dihargai dan
  • Sirih lambing penghormatan kepada tamu. Sebelum menyodorkan makanan lain terlebih dahulu ditawari sirih sebagi
  • Asap kemenyan lambing hubungan kepada makhluk halus agar berkenan hadir dan membantu.
  • Uang pendeman lambing modal atau kesiapan tuan rumah melakukan
  • Telur ayam sebagai lambing benih dan penghormatan keada makhluk halus. Pada umumnya makhluk halus dipandang lebih menyenangi sajian telor
  • Lepet atalah lambing tongkat kebesaran makhluk
  • Tumpeng sebagai lambing penunggu rumah yang bertugas menjaga agar harta benda yang dimiliki tuan rumah tidak keluar atau
  • Ancak sebagai lambing tempat tinggal atau tempat berkumpul makhluk halus. Ancak juga melukiskan ungkapan “Empat papat kelima pancer”. Empat persegi bentuknya dengan pancer tali gantungan dari atas

Check Also

SEJARAH, FILOSOFI DAN BUDAYA MAKAN GEPLAK DI BETAWI (Bagian Pertama)

SEJARAH, FILOSOFI DAN BUDAYA MAKAN GEPLAK DI BETAWI (Bagian Pertama)

HUT Kota Jakarta ke – 495, Dinas Kebudayaan bekerjasama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi mengadakan rapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *